Vendor Sewa Alat Berat: Pertanyaan Wajib Saat Survey Unit

sewa alat berat

Survey unit adalah momen paling krusial sebelum Anda deal dengan vendor sewa alat berat. Banyak masalah proyek sebenarnya bukan muncul saat alat bekerja, tetapi sudah “ditanam” sejak awal karena survey dilakukan sekadarnya: tidak ada checklist, tidak ada verifikasi jam meter, tidak ada kejelasan soal downtime, dan tidak ada kesepakatan tanggung jawab. Akibatnya, ketika unit mogok atau output tidak sesuai, proyek terlanjur jalan dan ruang negosiasi sudah sempit.

Artikel ini membahas pertanyaan wajib yang sebaiknya Anda ajukan kepada vendor saat survey unit, lengkap dengan tujuan pertanyaannya dan tanda-tanda jawaban yang perlu diwaspadai. Dengan struktur ini, Anda bisa memfilter vendor yang serius, memilih unit yang layak, dan meminimalkan risiko biaya membengkak.

Kenapa Survey Unit Tidak Boleh Cuma “Lihat Fisik”?

Unit yang tampak bagus belum tentu sehat secara operasional. Mesin diesel bisa terlihat rapi tapi ternyata susah start, hidrolik bisa tampak kering namun punya gejala tekanan lemah, dan hour meter bisa saja tidak mencerminkan kondisi jika perawatan buruk.

Survey yang baik bukan sekadar memeriksa bodi, tetapi memastikan tiga hal: performa, kesiapan dokumen, dan sistem dukungan vendor ketika masalah terjadi.

Pertanyaan Wajib Tentang Kebutuhan Proyek dan Kesesuaian Unit

1) “Unit ini paling cocok untuk pekerjaan apa?”

Tujuannya memastikan vendor paham kebutuhan proyek Anda, bukan sekadar menawarkan unit yang kebetulan tersedia. Vendor yang bagus biasanya menanyakan balik soal jenis tanah, target output, akses dump truck, dan durasi kerja.

Red flag: vendor langsung bilang “bisa semua” tanpa minta detail pekerjaan.

2) “Spesifikasi unitnya apa dan kelas tonasenya berapa?”

Minta detail: tonase, kapasitas bucket (untuk excavator/loader), konfigurasi track atau wheel, dan apakah ada auxiliary line untuk attachment.

Red flag: jawaban tidak konsisten atau spesifikasi “ngira-ngira”.

3) “Attachment apa saja yang tersedia dan termasuk harga sewa?”

Ini penting karena banyak biaya membengkak akibat attachment dianggap “bonus” padahal ternyata add-on berbayar. Pastikan juga apakah quick coupler tersedia jika Anda perlu sering ganti attachment.

Red flag: vendor tidak bisa menyebutkan tipe/ukuran attachment yang akan dipakai.

Pertanyaan Wajib Tentang Kondisi Teknis Unit (Yang Sering Jadi Sumber Downtime)

4) “Tahun unit, jam kerja (hour meter), dan riwayat perawatan terakhir kapan?”

Riwayat perawatan jauh lebih penting daripada tahun unit. Mintalah tanggal service terakhir dan item yang dikerjakan: ganti oli, filter, pengecekan hidrolik, undercarriage, dan sebagainya.

Red flag: “aman kok” tapi tanpa catatan perawatan atau bukti.

5) “Boleh dilakukan start test saat mesin dingin?”

Start test saat dingin sangat membantu untuk mendeteksi masalah aki, starter, atau suplai solar. Idealnya Anda lihat sendiri unit dinyalakan pertama kali hari itu.

Red flag: vendor hanya mengizinkan test setelah unit dipanaskan.

6) “Bagaimana kondisi hidrolik? Ada tes untuk memastikan tidak lemah?”

Minta demonstrasi gerakan: boom up/down, arm in/out, bucket curl, swing, dan travel. Perhatikan apakah gerakan tersendat, lambat, atau ada bunyi aneh dari pump.

Red flag: vendor menghindari demo dengan alasan “nanti di site saja”.

7) “Ada kebocoran oli atau rembesan di area cylinder, hose, dan sambungan?”

Kebocoran kecil bisa jadi besar di proyek karena tekanan tinggi dan jam kerja panjang. Minta vendor tunjukkan area rawan: boom cylinder, arm cylinder, bucket cylinder, hydraulic pump area, serta hose utama.

Red flag: banyak rembesan tapi dianggap “normal”.

8) “Undercarriage atau ban kondisinya bagaimana?”

Untuk track: cek track tension, sprocket, idler, roller, dan kondisi track shoe. Untuk wheel: cek ban, sistem rem, serta kebocoran pada hub.

Red flag: undercarriage aus parah, karena ini sering memicu breakdown dan menurunkan traksi.

Pertanyaan Wajib Tentang Operator (Jika Termasuk Paket)

9) “Operator disediakan vendor atau dari pihak kami?”

Ini harus jelas sejak awal. Jika operator dari vendor, tanyakan apakah operator memiliki pengalaman di pekerjaan serupa (cut and fill, demolition, galian parit utilitas, dll).

Red flag: operator “nanti dicari” setelah unit dikirim.

10) “Jam kerja operator, aturan lembur, dan pergantian shift seperti apa?”

Banyak konflik terjadi saat proyek butuh lembur tapi vendor tidak siap shift malam. Pastikan jam kerja normal, tarif overtime, dan siapa yang menanggung makan/akomodasi operator jika proyek jauh.

Red flag: aturan lembur tidak tertulis dan hanya berdasarkan “nanti dibicarakan”.

11) “Apakah operator ikut safety induction dan patuh SOP proyek?”

Operator yang tidak mengikuti safety induction berisiko menimbulkan insiden, dan bisa mengacaukan administrasi K3 proyek.

Red flag: vendor menganggap safety induction tidak penting.

Pertanyaan Wajib Tentang BBM, Pelumas, dan Biaya Tambahan

12) “BBM ditanggung siapa dan bagaimana sistem kontrolnya?”

Pastikan apakah harga sewa termasuk BBM (all-in) atau BBM disediakan penyewa. Jika disediakan penyewa, tanyakan estimasi konsumsi per jam dan cara pencatatan.

Red flag: tidak ada sistem pencatatan BBM, rawan kebocoran biaya.

13) “Biaya mobilisasi dan demobilisasi berapa, dihitung bagaimana?”

Tanyakan apakah mobilisasi dihitung per trip, per km, atau berdasarkan jarak. Pastikan juga akses lokasi (jalan sempit, jam pembatasan truk) sudah dihitung.

Red flag: biaya mob-demob muncul belakangan karena “kendala lapangan”.

14) “Ada biaya standby charge? Kapan mulai dihitung?”

Standby charge sering menjadi sumber tagihan yang tidak disadari. Tanyakan definisi standby: apakah saat unit idle karena hujan, karena menunggu dump truck, atau karena pekerjaan belum siap.

Red flag: definisi standby tidak jelas dan tidak tertulis.

Pertanyaan Wajib Tentang Maintenance, Downtime, dan Unit Pengganti

15) “Jika unit breakdown, SLA respon teknisi berapa lama?”

Ini pertanyaan inti. Mintalah angka jelas: misalnya respon maksimal sekian jam dan perbaikan maksimal sekian jam sebelum opsi unit pengganti.

Red flag: jawaban mengambang seperti “secepatnya”.

16) “Apakah ada unit backup jika downtime lebih dari X jam?”

Vendor yang siap biasanya punya opsi unit pengganti atau strategi swap. Jika proyek Anda kritis, klausul ini wajib ada.

Red flag: vendor hanya mengandalkan perbaikan tanpa opsi pengganti.

17) “Downtime dihitung sewa atau tidak?”

Pastikan definisinya: downtime karena kerusakan unit biasanya tidak dihitung sebagai jam sewa, tetapi harus tertulis. Downtime karena faktor proyek bisa berbeda.

Red flag: downtime tetap ditagihkan tanpa pengecualian.

18) “Siapa yang menanggung biaya kerusakan dan komponen fast moving?”

Gigi bucket, pin, grease, filter, atau hose bisa masuk kategori berbeda tergantung vendor. Yang penting: siapa menanggung, batasannya apa, dan bagaimana pembuktiannya.

Red flag: semua kerusakan otomatis dibebankan ke penyewa tanpa investigasi.

Pertanyaan Wajib Tentang Dokumen dan Serah Terima

19) “BAST awal dan akhir seperti apa? Apa saja yang didokumentasikan?”

BAST (Berita Acara Serah Terima) harus mencatat kondisi unit, jam meter, kelengkapan, serta lampiran foto/video. Ini melindungi kedua pihak.

Red flag: vendor tidak punya format BAST atau menganggapnya formalitas.

20) “Bagaimana skema pembayaran dan apa syarat invoice?”

Tanyakan DP, termin, jatuh tempo, retensi, serta dokumen pendukung invoice (laporan jam kerja, timesheet, logbook). Semakin rapi administrasinya, semakin aman proyek Anda.

Red flag: sistem tagihan tidak transparan dan sering berubah.

Tips Praktis Saat Survey: Agar Pertanyaan Anda “Berhasil”

Saat survey, jangan hanya bertanya minta dibuktikan lewat demo dan dokumentasi. Lakukan foto/video: hour meter, kondisi undercarriage/ban, area hidrolik, attachment, dan panel indikator. Jika vendor menolak demo sederhana, itu sinyal kuat bahwa Anda perlu mempertimbangkan opsi lain.

Selain itu, biasakan menutup survey dengan rangkuman tertulis: unit yang dipilih, biaya yang disepakati, komponen yang termasuk, dan poin downtime/standby. Ini meminimalkan salah paham sebelum kontrak keluar.

Survey unit bukan tahap formalitas, melainkan filter utama untuk menentukan apakah vendor sewa alat berat layak diajak kerja sama. Pertanyaan wajib yang tepat akan membantu Anda memverifikasi kesesuaian unit, kesiapan operator, transparansi biaya, serta kemampuan vendor menangani downtime.

Ketika pertanyaan-pertanyaan ini dijawab dengan jelas dan dibuktikan dengan demo serta dokumen, peluang proyek berjalan lancar meningkat drastis. Pada akhirnya, vendor yang baik bukan yang paling murah, tetapi yang paling siap, paling transparan, dan paling bertanggung jawab saat unit berada di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *